BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Manusia dan Kebudayaan adalah satu hal yang tidak
dapat dipisahkan karena dimana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan
hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada didaerah yang ditinggalinya.Sedangkan
Manusia atau orang memilik arti yang berbeda-beda dari segi biologis,rohani dan
istilah kebudayaan atau secara campuran.
Kebudayaan akan terus hidup manakala ada manusia
sebagai pendukungnya dan kebudayaan mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi
manusia didalam kehidupannya.
1.2
RUMUSAN MASALAH
a. Mengapa
manusia disebut sebagai pencipta dan pengguna kebudayaan?
b. Apa
pengaruh budaya terhadap lingkungan?
1.3
TUJUAN
Mengetahui mengapa manusia disebut sebagai pencipta
dan pengguna kebudayaan serta pengaruh budaya terhadap lingkungan.
BAB 2
METODOLOGI
2.1
KAJIAN PUSTAKA
Judul
: Ilmu Sosial Budaya Dasar
Pengarang
: 1. Elly M. Setiadi
2.Kama A.Hakam
3.Ridwan Effendi
Tahun Penulisan : 2015
2.2
KAJIAN TEORI
Menurut Nicolaus D. dan A. Sudiarja,Manusia adalah
bhineka,tetapi tunggal.
Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan
tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang.
Abineno juga merumuskan bahwa Manusia adalah “tubuh
yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam satu
tubuh yang fana”.
Kebudayaan menurut Ki Hajar Dewantara,Kebudayaan
adalahbuah budi manusia yakni hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh
kuat,yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk
mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya
guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib
dan damai.
BAB 3
LANDASAN TEORI
3.1
MANUSIA SEBAGAI PENCIPTA DAN
PENGGUNA KEBUDAYAAN
Tercipta atau terwujudnya suatu kebudayaan adalah
sebagai hasil interaksi antara manusia
dengan segala isi alam raya ini.Manusia yang telah dilengkapi Tuhan dengan akal
dan pikirannya menjadikan mereka khalifah dimuka Bumi dan diberikan kemampuan
yang disebutkan oleh Supartono dalam Rafael Raga Maran,(1999;36) sebagai daya
manusia.Manusia memiliki kemampuan daya antara lain akal,inteligensia,dan
intuisi;perasaan dan emosi;kemauan;fantasi;dan perilaku.
Dengan
sumber-sumber kemampuan daya manusia tersebut,maka nyatalah bahwa manusia
menciptakan kebudayaan.Kebudayaan adalah produk manusia,namun manusia itu
sendiri adalah produk kebudayaan.Dengan kata lain,kebudayaan ada karena manusia
penciptanya dan manusia dapat hidup ditengah kebudayaan yang diciptakannya.
Kebudayaan
mempunyai kegunaan yang sangat besar bagi manusia.Bermacam-macam kekuatan yang
harus dihadapi masyarakat dan anggotanya seperti kekuatan lain yang tidak
selalu baiknya.Kecuali itu,manusia memerlukan kepuasan baik dibidang spiritual
maupun material.Kebutuhan-kebutuhan tersebut dipenuhi oleh kebudayaan yang
bersumber pada masyarakat itu sendiri.
Hasil karya
manusia menimbulkan teknologi yang mempunyai kegunaan utama dalam melindungi
manusia terhadap lingkungan alamnya,sehingga budaya memiliki peran sebagai
berikut:
1. Suatu
hubungan pedoman antarmanusia atau kelompoknya.
2. Wadah
untuk menyalurka perasaan-perasaan dan kemampuan-kemampuan lain.
3. Sebagai
pembimbing kehidupan dan penghidupan manusia
4. Pembeda
manusia dan binatang
5. Petunjuk-petunjuk
tentang bagaimana manusia harus bertindakdan berperilaku di dalam pergaulan
6. Pengaturan
agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak,berbuat,menentukan
sikapnya jika berhubungan dengan orang lain
7. Sebagai
modal dasar pembangunan
Manusia
merupakan makhluk berbudaya,malalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan.
Kebudayaan mempunyai fungsi yang besar bagi manusia
danmasyarakat,berbagai macam kekuatan harus dihadapi manusia dan masyarakat
seperti kekuatan alam dan lain.
3.2
PENGARUH BUDAYA TERHADAP LINGKUNGAN
Budaya yang dikembangkan oleh manusia akan berimplikasi
pada lingkungan tempat kebudayaan itu berkembang.Suatu kebudayaan memancarkan
suatu ciri khas dari masyarakatnya yang tampak dari luar,artinya orang
asing.Dengan menganalisis pengaruh akibat budaya terhadap lingkungan seseorang
dapat mengetahui,mengapa suatu lingkungan tertentu akan berbeda dengan
lingkungan lainnya dan menghasilkan kebudayaan yang berbeda pula.
Beberapa variable yang berhubungan dengan masalah
kebudayaan dan lingkungan sebagai berikut:
1. Physical
Environment,menunjuk pada lingkungan natural,seperti temperatur,curah
hujan,iklim,wilayah geografis,flora,dan fauna.
2. Cultural
Social Environment,meliputi aspek-aspek kebudayaan beserta proses sosialisasi
seperti:norma-norma,adat istiadat,dan nilai-nilai.
3. Environmental
Orientation and Representation,mengacu pada persepsi dan kepercayaan kognitif
yang berbeda-beda pada setiap masyarakat mengenai lingkungannya.
4. Environmental
Behavior and Process,meliputi bagaimana masyarakat menggunakan lingkungan dalam
hubungan sosial.
5. Out
Carries Product,meliputi hasil tindakan manusia seperti membangun
rumah,komunitas,kota beserta usaha-usaha manusia dalam memodifikasi lingkungan
fisik seperti budaya pertanian, dan iklim.
Dengan demikian dapat disimpilkan,bahwa kebudayaan
yang berlaaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap
pola tata laku,norma,nilai dan aspek kehidupan lainnya yang akan menjadi ciri
khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.
BAB 4
PEMBAHASAN
4.1
Pengertian Budaya
Budaya
adalah bentuk jamak dari kata “budi” dan “daya” yang berarti cinta,karsa,dan rasa.Kata “budaya”sebenarnya berasal dari bahasa Sansekerta,budhayah,yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal.Dalam bahasa Inggris,kata budaya
berasal dari kata culture.Dalam
bahasa Belanda diistilahkan dengan kata cultuur.
Dalam bahasa Latin,berasal dari kata colera.
Colera berarti mengolah,dan mengerjakan, menyuburkan, dan mengembangkan
tanah (bertani).
Pengertian
budaya atau kebudayaan menurut para ahli,sebagai berikut:
1) E.B.Tylor
(1832-1917),budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, keilmuan, hukum,adat istiadat dan kemampuan yang
lain. Serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2) R.Linton
(1893-1953),kebufayaan dapat dipandang sebagai konfigurasi tingkah laku yang
dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya
didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.
3) Koentjaraningrat
(1923-1999),kebudayaan adalah keseluruhan system gagasan,milik diri manusia
dengan belajar.
4) Selo
Sumardjan (1915-2003) dan Soelaeman Soemardi,kebudayaan adalah semua hasil
karya,rasa dan cipta masyarakat.
5) Herkovits
(1885-1963),kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh
manusia.
4.2
PROSES DAN PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN
Perkembangan kebudayaan terhadap
dinamika kehidupan seseorang bersifat kompleks dan memiliki eksistensi dan
berkesinambungan dan juga menjadi warisan sosial.Seseorang mampu memengaruhi
kebudayaan dan memberikan peluang untuk terjadinya perubahan kebudayaan.
Kebudayaan yang dimiliki suatu
kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kelompok lain dengan adanya
kontak-kontak antarkelompok atau melalui proses difusi.Suatu kelompok
sosial;akan mengadopsi suatu kebudayaan tertentu bilamana kebudayaan tersebut
berguna untuk mengatasi atau memenuhi tuntutan yang dihadapinya.
Pengadopsian suatu kebudayaan tidak
terlepas dari pengaruh faktor-faktor lingkungan fisik.Misalnya iklim,topografi
sumberdaya alam dan sejenisnya.Sebagai contoh:orang-orang yang hidup di daerah
yang kondisi lahan atau tanahnya subur (produktif) akan mendorong terciptanya
suatu kehidupan yang favourable untuk
memproduksi bahan pangan.Jadi terjadi suatu proses keserasian antara lingkungan
fisik dengan kebudayaan yang terbentuk di lingkungan tersebut,kemudian ada
keserasian juga antara kebudayaan masyarakat yang satu dan kebudayaan
masyarakat tetangga dekat.
Kebudayaan dari suatu kelompok
sosial tidak secara komplet ditentukan oleh lingkungan fisik saja,namun
lingkungan tersebut sekadar memberikan peluang untuk terbentuknya sebuah
kebudayaan.Dari waktu ke waktu ,kebudayaan berkembang seiring dengan majunya
teknologi (dalam hal ini adalah system telekomunikasi) yang sangat berperan
dalam kehidupan setiap manusia.
4.3
PERUBAHAN KEBUDAYAAN
Sebagaimana
diketahui bersama bahwa kebudayaan mengalami perubahan dinamis seiring dengan
perkembangan manusia itu sendiri,dan tidak ada kebudayaan yang bersifat
statis.Dengan demikian,kebudayaan akan mengalami perubahan.Ada lima factor yang
menjadi penyebab perubahan kebudayaan,yaitu:
a.
Perubahan lingkungan alam.
b.
Perubahan yang disebaban adanya kontak
dengan suatu kelompok lain.
c.
Perubahan karena adanya penemuan
(discovery)
d.
Perubahanyang terjadi karena suatu
masyarakat atau bangsa mengadopsi beberapa elemen kebudayaan material yang
telah dikembangkan oleh bangsa lain ditempat lain.
e.
Perubahan yang terjadi karena suatu
bangsa memodifikasi cara hidupnya denga mengadopsi suatu pengetahuan atau
kepercayaan baru,atau karena perubahan dalam pandangan hidup dan konsepsinya
tentang realitas.
Namun perubahan kebudayaan sebagai
hasil cipta,kursa dan rasa manusia adalah tentu saja perubahan yang memberi
nilai manfaat bagi manusia dan kemanusiaan.Sebaliknya yang akan memusnahkan
manusia sebagai pencipta kebudayaan tersebut.
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
KESIMPULAN
Manusia dengan kebudayaan sangat berhubungan
erat.Karena manusia adalah pencipta dan pengguna dari kebudayaan itu.Manusia
dan kebudayaan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri dan tentunya harus berjalan
bersama,jika tidak ada manusia kebudayaan pun tidak akan ada dan kebudayaan
akan tetap hidup manakala manusia tetap melestarikan dan mengembangkan
kebudayaan itu sendiri.
5.1
SARAN
Sebagai bangsa yang
besar dan memiliki keanekaragaman budaya sudah sepantasnya kita menjaga dan
melestarikan kebudayaan yang kita miliki.Disamping itu kita jiga harus
membudayakan rasa bangsa atas kebudayaan yang kita miliki dan tidak malu untuk
memakainya.
DAFTAR PUSTAKA
Elly M Setiadi,2007.ilmu sosial budaya
dasar.Bandung:Prenadamedia Group