SARS
1.1. Apa itu SARS?
Menurut dr.Widodo Judarwanto,Sp.A (2003:8) mendefinisikan bahwa SARS adalah kumpulan gejala (sindrom) pada saluran pernapasan (seperti batuk,flu,bersin dan sesak napas) dan terjadinya infeksi paru-paru atau pneumonia yang timbul secara akut serta dapat menjadi sangat parah bahkan mengancam jiwa.
Begitu juga Dr.Hasdianah H.R dan Prima Dewi,M.Kes mendefinisikan SARS sebagai pneumonia atorpik yang adalah infeksi virus saluran napas akut yang disebabkan oleh corona virus yaitu SARS associated corrona virus (SARS-COV).
Dengan demikian,SARS adalah penyakit yang ditimbulkan oleh virus melalui saluran pernapasan yang dapat menurunkan kekebalan tubuh yang mengakibatkan penderita menjadi lemah dan dapat mengancam jiwa jika tidak diobati secara tepat.
1.2 Penyebab
1. Penyebab dari dalam diri
Penyebab dari dalam diri adalah penyakit yang timbul dari dalam diri sendiri karena tidak menjaga kesehatan diri.
2. Penyebab dari luar (lingkungan)
Adalah penyebab yang diakibatkan oleh lingkungan,misalnya kondisi lingkungan yang tidak menentu yang dapat menyebabkan berbagai timbulnya berbagai macam virus yang dapat mengancam manusia.
Menurut para peneliti,yang menyebabkan timbulnya penyakit SARS yaitu :
- Infeksi paru (pneumonia) karena corrobavirus
Pneumonia adalah penyakit radang atau infeksi paru-paru yang disebabkan oleh bakteri,virus atau jamur.Streptococcus pneumonia dan stpylococcus sp. Merupakan jenis bakteri yang diketahui sebagai penyebab pneumonia.Pneumonia dengan tampilan khusus,yang biasa disebut atipikal disebabkan oleh mycoplasma pneumonia,chlamydia pneumoniae dan legionela pneumophilia (golongan jamur).
Corronavirus ini stabil pada tinja dan urin pada suhu kamar selama 1-2 hari dan dapat bertahan lebih dari 4 hari pada penderita diare.Seperti virus lain,corrona menyebar melalui udara dan masuk melalui saluran pernapasan,lalu bersarang diparu-paru lalu berinkubasi dalam paru-paru selama 2-10 hari yang kemudian menyebabkab paru-paru akan meradang sehingga bernapas menjadi sulit.
1.3 Gejala
Tanda dan Gejala Klinis
- Deman tinggi lebih dari 38derajat celcius
- Mengidap satu atau lebih gejala gangguan pernapasan
- Mengalami satu atau lebih keadaan berikut :
* Dalam 10 hari terakhir melakukan perjalanan ke tempat yg dilaporkan sebagai fokus penularan
* Dalam 10 hari terakhir telah kontak erar dengan seseorang pengidap SARS
- Mengalami gejala-gejala fisik berikut :
* Sakit kepala
* Nyeri otot
* Nafsu makan berkurang
* Lemah
* Timbul kemerahan dikulit
* Timbul sariawan atau luka dimulut
* Diare
1.4 Penularan
WHO menyatakan penyakit ini dapat menular jika terjadi kontak erat dengan penderita melalui pernapasan dan cairan tubuh.Namun Nicholl,ahli virologi mengungkapkan bahwa kuman corronavirus dapat ditemukan dalam feses/kotoran manusia.Dengan demikian,sanitasi merupakan salah satu strategi pencegahan SARS yg harus diperhatikan.
2. Macam-Macam pemeriksaan yang dilakukan
2.1 Suspect Case (Kasus yang dicurigai SARS)
a. Rawat penderita di ruang pemeriksaan yg sudah disiapkan. Yang sebelumnya telah mengalami pemeriksaan di triage (kamar periksa pasien pertama kali)
b. Berikan masker pada penderita
c. Catat dan dapatkan keterangan rinci mengenai tanda klinis,riwayat perjalanan,dan riwayat kontak sepuluh hari terakhir
d. Lakukan pemeriksaan radiologi dan hitung darah tepi
e. Jika foto rontgen dada masih normal,perhatikan kebersihan perorangan,hindari daerah yang padat penduduknya dan tetaplah di rumah sampai sembuh
f. Hubungi dokter jika penyakit memburuk
g. Kalau hasil foto rontgen dada memperlihatkan adanya infiltrasi pada satu atau kedua belah paru-paru,dengan atau tanpa disertai infiltrasi,lihat penatalaksanaan diduga kasus SARS.
2.2 Probable Case (Penatalaksanaan diduga kasus SARS)
a. Tempatkan penderita di ruang isolasi atau gabungkan dengan penderita yang sama
b. Ambil sampel spesimen untuk pemeriksaan laboratorium. Yaitu spesimen :
-Darah
-urin
-broncho alveolar lavage
-postmortem (otopsi)
c. Lakukab pemantauan untuk menghitung darah tepi setiap dua hari sekali
d. Lakukan foto rontgen dada sesuai indikasi klinis.
3. Pencegahan SARS
Penyebaran penyakit SARS sangat cepat dan luas.Salah satu cara memutus rantai penularannya yaitu dengan melakukan pencegahan yang baik.
Berikut cara mencegah penularan SARS menurut rekomendasi CDC :
a. Hindari kontak dengan penderita atau yang dicurigai terjangkit,terutama melalui udara pernapasan,cairan tubuh dan feses
b. Konsultasi ke dokter jika terdapat keluhan panas dan gejala pernapasan.
c.Pakai masker khusus jika terjadi kontak langsung dengan penderita
d. Gunakan baju pelindung khusus jika kontak langsung dengan penderita
e. Cuci tangan dengan benar
f. Jika kontak langsung dengan penderita,segera cuci tangan dengan cairan desinfektan/alkohol 76%
g. Jangan menyentuh mulut,mata atau hidung sebelum mencuci tangan
h. Tutup mulut dan hidung jika hendak batuk dan bersin
i. Tingkatkan daya tahan tubuh,terutama pada anak usia dibawah dua tahun,lanjut usia dan penderita penyakit kronis
j. Konsumsi vitamin dan mineral
k. Tunda bepergian ke negara yang potensial terjangkit SARS
l. Hindari tempat-tempat umum dengan ventilasi ruangan yang buruk
m. Hindari tempat umum yang beresiko terjadinya penularan,seperti RS dan Bandara
n. Jangan memakai handuk orang lain,gelas dan piring bersamaan dengan orang lain
o. Jaga kebersihan dan sanitasi lingkungan
p. Jaga kebersihan tempat tinggal dan bersihkan meja kursi sesering mungkin.